Sabtu, 26 September 2020

On 06.41 by Wahid Blog's   No comments

Pengertian Gerbang Logika Dasar dan Jenis-jenisnya– Gerbang Logika atau dalam bahasa Inggris disebut dengan Logic Gate adalah dasar pembentuk Sistem Elektronika Digital yang berfungsi untuk mengubah Input (masukan) menjadi sebuah sinyal Output Logis. Gerbang Logika bekerja berdasarkan pada sistem bilangan biner dengan menggunakan Teori Aljabar Boolean.

GERBANG LOGIKA DASAR ( NOT, AND , OR )

1. Gerbang Logika NOT (NOT Gate)

Gerbang NOT gerbang yang hanya memiliki sebuah Masukan (Input) dan hanya untuk menghasilkan hanya 1 Keluaran (Output). Gerbang NOT dapat disebut juga dengan Inverter (Pembalik) karena akan menghasilkan sebuah Keluaran (Output) yang berlawanan (kebalikan) dengan Inputnya.

Gerbang NOT mempunya simbol aritmatika simbol minus (“-“) di atas Variabel Inputnya.

Simbol dan Tabel Kebenaran Gerbang NOT



2. Gerbang Logika AND (AND Gate)

Gerbang AND memerlukan 2 atau lebih Masukan (Input) untuk menghasilkan hanya 1 Keluaran (Output). Gerbang AND akan menghasilkan Keluaran (Output) Logika 1 jika semua masukan (Input) bernilai Logika 1 dan akan menghasilkan Keluaran (Output) Logika 0 jika salah satu dari masukan (Input) bernilai Logika 0. Simbol aritmatika yang menandakan Operasi aritmatika Gerbang Logika AND adalah tanda titik (“.”) atau tidak memakai tanda. Contohnya : Z = X.Y atau Z = XY.

Simbol dan Tabel Kebenaran Gerbang AND



3. Gerbang Logika OR (OR Gate)

Gerbang OR memerlukan 2 atau lebih Masukan (Input) untuk menghasilkan hanya 1 Keluaran (Output). Gerbang OR akan menghasilkan Keluaran (Output) 1 jika salah satu dari Masukan (Input) bernilai Logika 1 dan jika ingin menghasilkan Keluaran (Output) Logika 0, maka semua Masukan (Input) harus bernilai Logika 0.

Simbol yang menandakan Operasi Logika OR adalah tanda Plus (“+”). Contohnya : Z = X + Y.

Simbol dan Tabel Kebenaran Gerbang OR



GERBANG LOGIKA KOMBINASI ( NAND, NOR, XOR, XNOR )

1. Gerbang Logika NAND (NAND Gate)

Arti NAND adalah NOT AND atau BUKAN AND, Gerbang NAND merupakan kombinasi dari Gerbang AND dan Gerbang NOT yang menghasilkan kebalikan dari Keluaran (Output) Gerbang AND. Gerbang NAND akan menghasilkan Keluaran Logika 0 apabila semua Masukan (Input) pada Logika 1 dan jika terdapat sebuah Input yang bernilai Logika 0 maka akan menghasilkan Keluaran (Output) Logika 1.

Simbol dan Tabel Kebenaran Gerbang NAND



2. Gerbang Logika NOR (NOR Gate)

Arti NOR adalah NOT OR atau BUKAN OR, Gerbang NOR merupakan kombinasi dari Gerbang OR dan Gerbang NOT yang menghasilkan kebalikan dari Keluaran (Output) Gerbang OR. Gerbang NOR akan menghasilkan Keluaran Logika 0 jika salah satu dari Masukan (Input) bernilai Logika 1 dan jika ingin mendapatkan Keluaran Logika 1, maka semua Masukan (Input) harus bernilai Logika 0.

Simbol dan Tabel Kebenaran Gerbang NOR



3. Gerbang Logika XOR (XOR Gate)

X-OR adalah singkatan dari Exclusive OR yang terdiri dari 2 Masukan (Input) dan 1 Keluaran (Output) Logika. Gerbang X-OR akan menghasilkan Keluaran (Output) Logika 1 jika semua Masukan-masukannya (Input) mempunyai nilai Logika yang berbeda. Jika nilai Logika Inputnya sama, maka akan memberikan hasil Keluaran Logika 0.

Simbol dan Tabel Kebenaran Gerbang XOR



4. Gerbang Logika XNOR (XNOR Gate)

Seperti Gerbang X-OR,  Gerban X-NOR juga terdiri dari 2 Masukan (Input) dan 1 Keluaran (Output). X-NOR adalah singkatan dari Exclusive NOR dan merupakan kombinasi dari Gerbang X-OR dan Gerbang NOT. Gerbang X-NOR akan menghasilkan Keluaran (Output) Logika 1 jika semua Masukan atau Inputnya bernilai Logika yang sama dan akan menghasilkan Keluaran (Output) Logika 0 jika semua Masukan atau Inputnya bernilai Logika yang berbeda. Hal ini merupakan kebalikan dari Gerbang X-OR (Exclusive OR).

Simbol dan Tabel Kebenaran Gerbang XOR



Jumat, 25 September 2020

On 06.15 by Wahid Blog's   No comments

Pengertian Standar Komunikasi

Standar Komunikasi adalah jaringan telekomunikasi yang di rancang untuk melayani berbagai macam pengguna yang menggunakan berbagai macam perangkat yang berasal dari vendor yang berbeda.

Standar komunikasi atau protokol merupakan sebuah aturan atau standar yang mengatur atau mengijinkan terjadinya hubungan, komunikasi, dan perpindahan data antara dua atau lebih titik komputer. Protokol dapat diterapkan pada perangkat keras, perangkat lunak atau kombinasi dari keduanya. Pada tingkatan yang terendah, protokol mendefinisikan koneksi perangkat keras.

Protokol perlu diutamakan pada penggunaan standar teknis, untuk menspesifikasi bagaimana membangun komputer atau menghubungkan peralatan perangkat keras. Protokol secara umum digunakan pada komunikasi real-time dimana standar digunakan untuk mengatur struktur dari informasi untuk penyimpanan jangka panjang.

Sangat susah untuk menggeneralisir protokol dikarenakan protokol memiliki banyak variasi di dalam tujuan penggunaanya. Kebanyakan protokol memiliki salah satu atau beberapa dari hal berikut:

1.     Melakukan deteksi adanya koneksi fisik atau ada tidaknya komputer atau mesin lainnya.
2.     Melakukan metode "jabat-tangan" (handshaking).
3.     Negosiasi berbagai macam karakteristik hubungan.
4.     Bagaimana mengawali dan mengakhiri suatu pesan.
5.     Bagaimana format pesan yang digunakan.
6.     Yang harus dilakukan saat terjadi kerusakan pesan atau pesan yang tidak sempurna.
7.     Mendeteksi rugi-rugi pada hubungan jaringan dan langkah-langkah yang dilakukan selanjutnya.
8.     Mengakhiri suatu koneksi.

Didalam standar komunikasi data terdapat 2 sub yang dibahas yaitu 

1. Standar OSI dan 

2. Internet standar

Untuk penjelasan materi ada di bawah.

1. Standar OSI

Model referensi jaringan terbuka OSI atau OSI Reference Model for open networking adalah sebuah model arsitektural jaringan yang dikembangkan oleh badan International Organization for Standardization (ISO) di Eropa pada tahun 1977. OSI sendiri merupakan singkatan dari Open System Interconnection. Model ini disebut juga dengan model "Model tujuh lapis OSI" (OSI seven layer model). Sebelum munculnya model referensi OSI, sistem jaringan komputer sangat tergantung kepada pemasok (vendor). OSI berupaya membentuk standar umum jaringan komputer untuk menunjang interoperatibilitas antar pemasok yang berbeda. Dalam suatu jaringan yang besar biasanya terdapat banyak protokol jaringan yang berbeda. Tidak adanya suatu protokol yang sama, membuat banyak perangkat tidak bisa saling berkomunikasi.

OSI memiliki tujuh lapis :

Hasil gambar untuk lapisan osi layer
7 lapis OSI layer beserta fungsi dan contoh

2. Internet standar

Dalam teknik jaringan komputer, Standar Internet Dokument (STD) adalah Spesifikasi normatif teknologi atau metodologi yang berlaku ke Internet. Standar Internet diciptakan dan diterbitkan oleh Internet Engineering Task Force (IETF). Proses Standardisasi menjadi standar adalah proses dua langkah dalam IETF disebut Usulan Standar dan Standar Internet. Standar Internet ditandai dengan tingkat tinggi kematangan teknis dan oleh keyakinan umum bahwa protokol atau layanan tertentu memberikan manfaat yang signifikan kepada komunitas internet. Umumnya Standar Internet menutupi interoperabilitas sistem di internet melalui mendefinisikan protokol, format pesan, skema, dan bahasa. Yang paling mendasar dari Standar Internet adalah orang-orang mendefinisikan Internet Protocol. Standar Internet memastikan bahwa perangkat keras dan perangkat lunak yang dihasilkan oleh vendor yang berbeda dapat bekerja sama. Memiliki standar membuat lebih mudah untuk mengembangkan perangkat lunak dan perangkat keras yang menghubungkan jaringan yang berbeda karena perangkat lunak dan perangkat keras dapat dikembangkan satu lapisan pada suatu waktu. Biasanya, standar yang digunakan dalam komunikasi data disebut protokol.

Badan badan standar komunikasi internasional, yaitu :

1. Internet Society (ISOC) 
Adalah badan personal yang mendukung, memfasilitasi, serta mempromosikan pertumbuhan internet. Sebagai Infrastruktur komunikasi global untuk riset, badan ini juga berurusan dengan aspek sosial dan politik dari jaringan internet.

                 isoc_logo_rgbblue

2. Internet Architecture Board (IAB) 
Adalah badan koordinasi dan penasehat teknis bagi Internet Society (ISOC). Badan ini bertindak sebagai review teknik dan editorial akhir semua standar internet. Badan ini memiliki otoritas untuk menerbitkan dokumen standar internet yang dikenal dengan Request For Comment (RFC). Tugas lain dari badan ini ialah mengatur angka-angka dan konstanta yang digunakan dalam protokol internet seperti nomor port, tipe hardware, ARP (Address Resolution Protocol), dll. Tugas ini dilegalasikan ke lembaga yang disebut IANA (Internet Assigned Numbers Authority).


                       Who-Runs-The-Intnernet-Internet-Architecture-Board

3. Internet Engineering Task Force (IETF) 
Ialah badan yang berorientasi untuk membentuk standar Internet. Badan ini dibagi menjadi sembilan kelompok kerja (misalnya aplikasi, routing dan addressing, keamanan komputer) dan bertugas menghasilkan standar-standar internet. Untuk mengarur kerja badan ini, dibentuk badan Internet Engineering Steering Group (ISEG).


                               ietf




4. Internet Research Task Force (IRTF) 
memiliki orientasi pada riset-riset jangka panjang.

                                  IRTF

5. IEEE
IEEE adalah organisasi nirlaba internasional, yang merupakan asosiasi profesional utama untuk peningkatan teknologi. Sebelumnya, IEEE merupakan kepanjangan dari Institute of Electrical and Electronics Engineers. Namun berkembangnya cakupan bidang ilmu dan aplikasi yang diperdalam organisasi ini membuat nama-nama kelektroan dianggap tidak relevan lagi, sehingga IEEE tidak dianggap memiliki kepanjangan lagi, selain sebuah nama yang dieja sebagai Eye-triple-E. Di samping society, IEEE memiliki badan standard (Standard Association, IEEE-SA). IEEE-SA memiliki wibawa cukup besar untuk bisa mempersatukan substandard industri membentuk standardisasi internasional yang diakui seluruh industri.

Beberapa standar IEEE :

  • IEEE 802.3 — Ethernet akses LAN.
  • IEEE 802.11 — Wifi, akses wireless LAN.
  • IEEE 802.16 — WiMAX, akses wireless MAN.


                      

6. Ansi

                       
ANSI (American National Standards Institute adalah sebuah kelompok yang mendefinisikan standar Amerika Serikat untuk industri pemrosesan informasi. ANSI berpartisipasi dalam mendefinisikan standar protokol jaringan dan merepresentasikan Amerika Serikat dalam hubungannya dengan badan-badan penentu standar International lain, misalnya ISO , Ansi adalah organisasi sukarela yang terdiri atas anggota dari sektor usaha, pemerintah, dan lain-lain yang mengkoordinasikan aktivitas yang berhubungan dengan standar, dan memperkuat posisi Amerika Serikat dalam organisasi standar nasional. ANSI membantu dengan komunikasi dan jaringan (selain banyak hal lainnya). ANSI adalah anggota IEC dan ISO. ANSI adalah lembaga amerika yang mengeluarkan standard ASCII (American Standard Code for Information Interchange).ASCII (American Standard Code for Information Interchange) merupakan suatu standar internasional dalam kode huruf dan simbol seperti Hex dan Unicode tetapi ASCII lebih bersifat universal, contohnya 124 adalah untuk karakter "|". 

7. TIA

                          
Asosiasi Industri Telekomunikasi (TIA) adalah suatu organisasi terpisah yang diakui oleh ANSI dan bekerjasama dengan Asosiasi Industri Elektronika (EIA). TIA dikenal terbaik untuk mengembangkan standard pemasangan kabel menggunakan disain dan instalasi sistem pemasangan kabel yang ter-koordinasi. Sehingga mampu untuk mendukung suatu cakupan aplikasi yang luas dan memenuhi kebutuhan kecepatan yang tinggi pada masa kini dan mendatang. 
Contoh standart dari TIA/EIA : Standard TIA 568A-B

8. ECMA

                          
Sebelumnya dikenal sebagai ECMA (European Computer Manufacturers Association) , lembaga ini merupakan perkumpulan orang eropa yang mengeluarkan standar dalam sistem teknologi dan informasi. Ecma International adalah lembaga yang mengeluarkan standarisasi dalam ECMAScript, sebuah standard yang mengelola JavaScript.

9. ITU-R

                            
International Telecommunication Union Radiocommunication Sector (ITU-R) Sebuah organisasi global yang ada dan didirikan untuk mengatur penggunaan frekuensi radio (RF) diseluruh penjuru dunia. The United Nations (PBB), menugaskan kepada International Telecommunication Union Radiocommunication Sector (ITU-R) ini, untuk mengatur dalam hal skala penggunaan frekuensi, secara global. Nah, karena dunia ini luas, maka kemudian ITU-R membaginya menjadi beberapa wilayah. Hingga masing-masing wilayah, diatur oleh organisasi yang berbeda. 

               Pembagian wilayah ini yaitu meluputi:
    • Region A: North and South America
    • Inter-American Telecommunication Commission (CITEL) www.citel.oas.org
    • Region B: Western Europe
    • European Conference of Postal and Telecommunications Administrations (CEPT) www.cept.org
    • Region C: Eastern Europe and Northern Asia
    • Regional Commonwealth in the field of Communications (RCC) www.rcc.org
    • Region D: Africa
    • African Telecommunications Union (ATU) www.atu-uat.org
    • Region E: Asia and Australasia
    • Asia-Pacific Telecommunity (APT) www.aptsec.org
10. FCC

                          

FCC adalah organisasi yang bergerak di bidang pertelekomunkasian. Organisasi ini yang mengatur segala jenis komunikasi baik yang keluar ataupun ke dalam negara Amerika Serikat. Wireless, sebagai sarana telekomunikasi, tentu saja ikut menjadi wewenang dari FCC ini. Tujuan FCC mengatur komunikasi wireless, adalah agar tidak terjadi kesimpang siuran, maupun penyalahgunaan dalam hal penggunaan sinyal atau frekuensi radio yang digunakan dalam teknologi wireless. FCC adalah organisasi independent yang didirikan oleh pemerintah US. FCC bertanggung jawab untuk mengatur segala jenis penggunaan perangkat telekomunikasi, baik yang menggunakan radio, televisi, wire, satellite, dan kabel. Wilayah kekuasaan FCC ini meliputi 50 negara bagian yang ada di US, dan beberapa distrik yang menjadi teritori dari Negara US. Hampir disetiap negara mempunyai badan atau organisasi yang serupa dengan FCC ini. FCC dan organisasi sejenis, adalah organisasi yang bertugas, sekaligus yang berhak untuk membuat berbagai aturan yang menyangkut mengenai apa saja yang boleh, dan tidak boleh dilakukan oleh seorang user dalam hal penggunaan wireless, khususnya yang menyangkut penggunaan Frekuensi Radio (RF) untuk melakukan transmisi.

    Aturan ini meliputi dalam hal penggunaan:

    • Frequency
    • Bandwidth.
    • Maximum power of the intentional radiator.
    • Maximum equivalent isotropically radiated power (EIRP)
    • Use (indoor dan/atau outdoor).
11. ISO

                       
     Organisasi Internasional untuk Standardisasi, International Organization for Standardization (ISO) adalah badan penetap standar internasional yang terdiri dari wakil-wakil dari badan standar nasional setiap negara. Pada awalnya, singkatan dari nama lembaga tersebut adalah IOS, bukan ISO. Tetapi sekarang lebih sering memakai singkatan ISO, karena dalam bahasa yunani sos berarti sama (equal). Penggunaan ini dapat dilihat pada kata isometrik atau isonomi. Didirikan pada23 February 1947 ISO menetapkan standar-standar industrial dan komersial dunia. ISO, yang merupakan lembaga nirlaba internasional, pada awalnya dibentuk untuk membuat dan memperkenalkan standardisasi internasional untuk apa saja.Dalam menetapkan suatu standar tersebut mereka mengundang wakil anggotanya dari 130 negara untuk duduk dalam Komite Teknis (TC), Sub Komite (SC) dan Kelompok Kerja (WG).
    
    Penerapan ISO di suatu perusahaan berguna untuk:
    • Meningkatkan citra perusahaan
    • Meningkatkan kinerja lingkungan perusahaan
    • Meningkatkan efisiensi kegiatan
    • Memperbaiki manajemen organisasi dengan menerapkan perencanaan, pelaksanaan, pengukuran dan tindakan perbaikan (plan, do, check, act)
    • Meningkatkan penataan terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan dalam hal pengelolaan lingkungan
    • Mengurangi resiko usaha
    • Meningkatkan daya saing
    • Meningkatkan komunikasi internal dan hubungan baik dengan berbagai pihak yang berkepentingan
    • Mendapat kepercayaan dari konsumen/mitra kerja/pemodal

Rabu, 23 September 2020

On 07.48 by Wahid Blog's   No comments

 

Penjelasan Lengkap DHCP Server dan Cara Kerjanya


DHCP merupakan singkatan dari Dinamyc Host Configuration Protocol adalah sebuah layanan yang secara otomatis memberikan nomor IP kepada komputer yang memintanya. komputer yang memberikan nomor IP inilah yang disebut sebagai DHCP server, sedangkan komputer yang melakukan request disebut DHCP Client. fungsi DHCP Seperti yang sudah diterangkan. fungsi DHCP ini adalah dapat memberikan nomor IP secara otomatis kepada komputer yang melakukan request.

Pengertian DHCP

DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol) adalah protokol yang berbasis arsitektur client/server yang dipakai untuk memudahkan pengalokasian alamat IP dalam satu jaringan. Sebuah jaringan lokal yang tidak menggunakan DHCP harus memberikan alamat IP kepada semua komputer secara manual. Jika DHCP dipasang di jaringan lokal, maka semua komputer yang tersambung di jaringan akan mendapatkan alamat IP secara otomatis dari server DHCP. Selain alamat IP, banyak parameter jaringan yang dapat diberikan oleh DHCP, seperti default gateway dan DNS server.

Dalam jaringan, server merupakan komputer yang tugasnya melayani setiap komputer atau host yang tergabung dalam satu jaringan. Nah, mudah saja, DHCP server adalah sebuah komputer yang menjalani fungsi DHCP sebagaimana yang sudah dijelaskan pada awal artikel ini. DHCP server inilah yang nantinya akan memberikan pinjaman IP address kepada komputer host yang terhubung.


Cara kerja DHCP dalam jaringan

Terdapat 4 tahapan yang dilakukan dalam proses peminjaman IP address pada DHCP. Berikut adalah uraiannya:

Tahap 1: IP Least Request

Tahap pertama ini merupakan tahap dimana si client dalam jaringan meminta IP address yang tersedia pada DHCP server. Awalnya saat pertama client terhubung dalam jaringan, client ini akan mencari dulu apakah ada DHCP server yang bekerja pada jaringan tersebut. Nah, begitu ditemukan, client akan meminta IP address pada DHCP server yang ada.

Tahap 2: IP Least Offer

DHCP server mendengar broadcast dari client yang baru terhubung dalam jaringan tadi. Kemudian DHCP server memberikan penawaran terhadap client tersebut berupa IP address.

Tahap 3: IP Lease Selection

Setelah diberi penawaran oleh DHCP server, client yang me-request tadi menyetujui penawaran yang diberikan oleh DHCP server. Lalu si client memberikan pesan kepada DHCP server yang isinya adalah meminta agar DHCP server meminjamkan salah satu IP address yang tersedia dalam DHCP-pool yang dimilikinya (DHCP-pool merupakan range IP address yang bisa digunakan oleh host yang terhubung dengannya).

Tahap 4: IP Least Acknowledge

Pada tahap terakhir ini, DHCP server akan merespon pesan dari client dengan mengirimkan paket acknowledget yang berupa IP address dan informasi lainnya yang dibutuhkan. Setelah memberikan IP kepada client, DHCP server akan memperbaharui database yang mereka miliki. Sedangkan client akan melakukan inisialisasi dengan mengikat (binding) nomor IP address yang diberikan tadi dan client sudah bisa beroperasi pada jaringan tersebut.

Untuk lebih mudah memahaminya, pada saat komputer client dihubungkan ke jaringan, komputer tersebut akan me-request IP ke DHCP server. DHCP server menjawab dengan memberikan informasi terkait IP address (termasuk subnetmask, gateway, dns dan lainnya) ke komputer client.

Setelah meminjamkan IP, DHCP server akan mencoret IP tersebut dalam daftar pool yang dia miliki. Dan menandakan bahwa IP tersebut sudah dipinjamkan ke salah satu client.

Namun jika dalam daftar IP pool sudah tidak ada lagi nomor IP yang tersedia, maka si client tidak akan mendapatkan nomor IP dari DHCP server, dengan demikian si client tidak akan pernah bisa terhubung ke jaringan tersebut.

Biasanya peminjaman IP address ini memiliki jangka waktu tertentu, sesuai dengan yang disetting oleh sang Administrator jaringan. Nah, setelah periode waktu tertentu, pemakaian IP address pada client dinyatakan telah selesai. Dan jika si client tidak melakukan request ulang, maka maka nomor IP address tersebut akan dikembalikan kepada DHCP server yang meminjamkan. DHCP server dapat meminjamkan IP tersebut kepada client lain yang membutuhkan.

sumber :

https://dantonkoto.web.id/asj/pengertian-dhcp-server-fungsi-dan-cara-kerjanya/

Sabtu, 19 September 2020

On 09.08 by Wahid Blog's   No comments

Komputer Merupakan mesin yang hanya mengenal dua kondisi, yaitu ada dan tidaknya aliran listrik, yang dapt disebut dengan Sistem Binary (Sistem Biner). Selain bilangan biner, komputer juga menerapkan beberapa jenis bilangan, seperti bilangan berbasis sepuluh (Desimal), bilangan berbasis delapan (Oktal), dan bilangan berbasis 16 (Heksadesimal).


1. Pengertian Sistem Bilangan
     Sistem Bilangan adalah suatu cara untuk mewakili ukuran besaran dari sebuah benda fisik. Dalam sebuah komputer sistem bilangan dibagi menjadi 4, yaitu bilangan berbasis sepuluh (Desimal), bilangan berbasis delapan (Oktal), dan bilangan berbasis 16 (Heksadesimal).

2. Jenis - Jenis Bilangan
  • Bilangan Biner, Bilangan yang hanya mengenal dua jenis angka numerik, yaitu 0 dan 1. Nilai 1 mewakili keadaan sebaliknya. Penulisan bilangan ini menggunakan format N2.
  • Bilangan Oktal, Bilangan yang menggunakan delapan jenis angka numerik, yaitu 0,1,2,3,4,5,6, dan 7.
  • Bilangan Heksadesimal, Bilangan Heksadesimal terdiri dari 10 angka numerik, yaitu 0 sampai 9 dan 6 karakter, yaitu A,B,C,D,E, dan F. Nilai A mewakili nilai 10, B mewakili nilai 11 dan seterusnya.
  • Bilangan Desimal, Bilangan yang menggunakan sepuluh jenis angka numerik, yaitu 0 sampai 9.
3. Konversi Bilangan
     Konversi Bilangan adalah Teknik mengubah suatu bentuk menjadi bentuk lannya, tetapi memiliki arti yang sama, dimanasuatu sistem bilangan dengan basis tertentu akan dijadikan bilangan dengan basis yang lain. Dengan caramengalikan masing - masing bit dalam bilangan dengan position valuenya.
  •  Konversi bilangan Biner ke Desimal    
          Caranya adalah dengan mengalikan satu per satu bilangan dengan 2 yaitu angka basis biner yang mana angka tersebut memiliki pangkat mulai dari 0,1,2,3 dan seterusnya.
Contohnya ; 0111(2) (biner) = (1 x 20) + (1 x 21) + (1 x 22) + (0 x 23) = 1 + 2 + 4 + 0 yang memiliki hasil 7 dalam desimal. Untuk lebih jelasnya lihat gambar dibawah.


  • Konversi bilangan Oktal ke Desimal
         Caranya adalah dengan mengalikan satu per satu bilangan dengan 8 yaitu angka basis oktal yang mana angka tersebut memiliki pangkat mulai dari 0,1,2,3 dan seterusnya.
Contohnya ; 137(8) (oktal) = (1 x 82) + (3 x 81) + (7 x 80) = 64 + 24 + 7 yang memiliki hasil 95 dalam desimal. Untuk lebih jelasnya lihat gambar dibawah.














  • Konversi bilangan Heksadesimal ke Desimal
         Caranya adalah dengan mengalikan satu per satu bilangan dengan 16 yaitu angka basis heksadesimal yang mana angka tersebut memiliki pangkat mulai dari 0,1,2,3 dan seterusnya.
Contohnya ; F3DA(16) (heksa) = ( A = 10 x 160) + (D = 13 x 161) + (3 x 162) + (F = 15 x 163) = 10 + 208 + 768 + 61.426 yang memiliki 62.426 dalam desimal. Untuk lebih jelasnya lihat gambar dibawah.




  





  • Konversi bilangan Desimal ke Biner
         Caranya adalah dengan membagi bilangan desimal dengan 2 yaitu angka basis biner dan menyimpan sisa baginya, hal itu dilakukan sampai hasil yang terakhir kurang dari 2 yaitu angka basis biner itu sendiri.
Contohnya ; 125(10) (desimal) = ...........(2) (biner)
                                                                                                                                           
Jawabannya ;

125 : 2 hasilnya 62    sisa : 1
62 : 2 hasinya 31       sisa : 0
31 : 2 hasilnya 15      sisa : 1
15 : 2 hasilnya 7        sisa : 1                            
7 : 2 hasilnya 3          sisa : 1
3 : 2 hasilnya 1          sisa : 1

Berhubung hasil dari 3 : 2 hasilnya 1 kurang dari 2 maka pembagian tersebut sudah selesai. Untuk mengetahui hasil konversi kalian urutkan sisa pembagian mulai dari bawah ke atas dan hasil pembagian terakhir juga diikutkan, jadi hasil konversi adalah 1111101(2). Untuk lebih jelasnya bisa lihat gambar disamping.



  • Konversi bilangan Desimal ke Oktal
         Caranya adalah dengan membagi bilangan desimal dengan 8 yaitu angka basis oktal dan menyimpan sisa baginya, hal itu dilakukan sampai hasil yang terakhir kurang dari 8 yaitu angka basis oktal itu sendiri.
Contohnya ; 1327(10) = .........(8)
                                                                                                                                          
Jawabannya ;

1327 : 8 hasilnya 165      sisa : 7
165 : 8 hasilnya 20          sisa : 5
 20 : 8 hasilnya 2             sisa : 4

Berhubung hasil dari 20 : 8 hasilnya kurang dari 8 maka pembagian tersebut sudah selesai. Untuk mengetahui hasil konversi, kalian urutkan sisa pembagian mulai dari bawah keatas dan hasil pembagian terakhir juga diikutkan, jadi hasil konversi adalah 2457(8). Untuk lebih jelasnya lihat                              
gambar disamping.


  • Konversi bilangan Desimal ke Heksadesimal            
         Caranya adalah dengan membagi bilangan desimal dengan 16 yaitu angka basis heksadesimal dan menyimpan sisa baginya, hal itu dilakukan sampai hasil yang terakhir kurang dari 16 yaitu angka basis heksadesimal itu sendiri.
Contohnya ; 10846(10) = ........(16)

Jawabannya ;

10846 : 16 hasilnya 677   sisa : 14 / E
677 : 16 hasilnya 42         sisa : 5
42 : 16 hasilnya 2             sisa : 10 /A

Berhubung hasil dari 42 : 16 hasilnya kurang dari 16 maka pembagian tersebut sudah selesai. Untuk mengetahui hasil konversi, kalian urutkan sisa pembagian mulai dari bawah keatas dan hasil pembagian terakhir juga diikutkan, jadi hasil konversi adalah 2A5E(16). Untuk lebih jelasnya lihat gambar dibawah.










  • Konversi bilangan Oktal ke Biner
         Konversi bilangan oktal ke biner caranya dengan memecah bilangan oktal tersebut persatuan bilangan kemudian masing-masing diubah kebentuk biner tiga angka sesuai jumlah angka persatuan.
Contohnya ; 147(8) = ......(2)
                                                                                                                                      
Jawabannya ;

1 = 001           Untuk mengetahui Konversi,
4 = 100           kalian bisa rangkai biner tesebut
7 = 111            mulai dari baris pertama, maka 
                       hasilnya adalah 001100111(2).
                       Untuk lebih jelasnya lihat gambar                         disamping.

  • Konversi bilangan Biner ke Oktal
         Konversi bilangan biner ke oktal sebaliknya yakni dengan mengelompokkan angka biner menjadi tiga-tiga dimulai dari sebelah kanan kemudian masing-masing kelompok dikonversikan kedalam angka desimal dan hasilnya diurutkan.
Contohnya ; 11001101(2) = .......(8).
                                                                                                                                   
Jawabannya ;

11      = 3
001    = 1
101    = 5

Maka untuk mengetahui konversi, kalian rangkai hasilnya mulai dari atas ke bawah dan hasilnya adalah 315(8). Untuk lebih jelasnya lihat gambar disamping.







  • Konversi bilangan Heksadesimal ke Biner
         Konversi bilangan heksa ke biner caranya dengan memecah bilangan heksa tersebut persatuan bilangan kemudian masing-masing diubah kebentuk biner empat angka sesuai jumlah angka persatuan.
Contohnya ; A7F(16) = ........(2)
                                                                                                                                      

Jawabannya ;

A = 1010
7  = 0111
F  = 1111

Maka untuk mengetahui konversi, kalian rangkai biner tersebut dari atas ke bawah dan hasilnya adalah 101001111111(2). Untuk lebih jelasnya lihat gambar disamping.


  • Konversi bilangan Biner ke Heksadesimal
         Konversi bilangan biner ke heksadesimal sebaliknya yakni dengan mengelompokkan angka biner menjadi empat - empat dimulai dari sebelah kanan kemudian masing-masing kelompok dikonversikan kedalam angka desimal dan hasilnya diurutkan.
 Contohnya ; 11001101(2) = .......(16)                                                                          
    
                                                                          
Jawabannya ;

1100 = 12 / C
1101 = 13 / D

Maka untuk mengetahui konversi, kalian rangkai hasilnya mulai dari atas ke bawah dan hasilnya adalah CD(16). Untuk lebih jelasnya lihat gambar disamping.








  • Konversi bilangan Oktal ke Heksadesimal
         Cara mengonversi bilangan oktal ke heksadesimal adalah dengan mengubah bilangan oktal per satuan menjadi biner tiga angka yang sesuai persatuan kemudian mengubah binernya menjadi heksadesimal.  
Contohnya ; 365(8) = ........(16)                                                                                          

Jawabannya ;

Oktal ke Biner          Biner ke Heksadesimal
3 = 11                       1111 = 15
6 = 110                     0101 =  5
5 = 101                                F5(16)
11110101(2)

Maka hasil konversinya adalah F5(16). Untuk lebih jelasnya lihat gambar disamping.


  • Konversi bilangan Heksadesimal ke Oktal
         Cara mengonversi bilangan heksadesimal ke oktal adalah dengan mengubah bilangan heksa per satuan menjadi biner empat angka yang sesuai persatuan kemudian mengubah binernya menjadi oktal.
Contohnya ; 1D5(16) = .......(8)
                                                                                                                                      
Jawabannya ;

Heksa ke Biner               Biner ke Oktal
1  = 0001                        000 = 0                            D = 1101                        111  = 7
5  = 0101                        010 = 2         000111010101(2)           101 = 5                                                                          725(8)

Maka hasil konversinya adalah 725(8). Untuk lebih jelasnya lihat gambar disamping.




        Mungkin hanya itu pembahasan mengenai Sistem Bilangan yang mungkin bemanfaat bagi anda. Semoga pembahasan ini bisa membantu anda dalam belajar mengenai Sistem Bilangan. Sekian dulu pembahasan kali ini.