Selasa, 27 Juli 2021

On 20.14 by Wahid Blog's   No comments

 

CARA MENGHITUNG 

IP ADDRESS, SUBNET MASK, NETWORK ID DAN HOST ID 




Sebelum kita membahas tentang cara menghitung Ip address, Subnet Mask dan Host Id. maka akan kita bahas terlebih dahulu apa itu IP Address, Subnet Mask dan Host Id.

1. IP ADDRESS

Ip address adalah sebuah alamat pada computer, agar computer yang satu dapat terhubung dengan computer yang lain. Ip address memiliki 2 bagian, yaitu network ID dan host ID. Network ID adalah bagian ip address yang menunjukkan di jaringan mana computer berada, sedangkan Host ID adalah bagian yang menunjukkan workstation, server, router, dan semua Host TCP/IP yang ada di jaringan itu. 

Network ID dalam satu jaringan harus sama semua, sedangkan host ID harus berbeda semua, agar tidak terjadi ip conflik (ada dua ip dalam satu jaringan). Network ID itu ibarat perumahannya, dan Host ID itu ibarat nomor dari setiap rumahnya. Misalnya dalam ip address kelas C 192.168.1.10, bagian 192.168.1 adalah Network ID, lalu .10 adalah Host ID.

KELAS IP ADDRESS

Kelas ip address dibagi menjadi 4, yaitu kelas A, kelas B, kelas C, dan kelas D. Jumlah bit dari semua kelas adalah 32 bit.

Kelas A

Pada kelas A 8 bit pertama adalah network ID, dan 24 bit terakhir adalah host ID. Kelas A memiliki network ID dari 0 -- 127. Contoh 1.1.20.3 (1. Adalah network ID dalam jaringan, sedangkan .1.20.3 adalah host ID dalam jaringan). Kelas A digunakan untuk jaringan dengan skala besar, jumlah host dalam satu jaringan maksimum adalah 16,777,214.

Kelas B

Pada kelas B 16 bit pertama adalah network ID, sedangkan 16 bit terakhir adalah host ID. Kelas B memiliki network ID dari 128 -- 191. Contoh 129.20.1.2 (192.20 adalah network ID, dan .1.2 adalah host ID). Jumlah host dalam jaringan maksimum adalah 65,534.

Kelas C

Pada kelas C 24 bit pertama adalah network ID, dan 8 bit terakhir adalah host ID. Kelas C memiliki network ID dari 192-223. Contoh 192.168.1.2 (192.168.1 adalah network ID dalam jaringan, lalu .2 adalah host ID. Kelas C digunakan untuk jaringan dengan skala kecil, misalnya dalam sekolah/kampus, jumlah host dalam jaringan maksimum adalah 254.

Kelas D

Ip kelas D digunakan untuk multicasting, yaitu penggunaan aplikasi secara bersama-sama oleh beberapa computer. Ip yang bisa digunakan dalam kelas ini adalah 224.0.0.0 -- 239.255.255.255.

Di atas kita sering menjumpai kata bit, kira-kira apa itu bit???

Bit singkatan dari binary digit yaitu unit terkecil dalam satuan komputasi digital. Komputer tidak menyimpan data dalam angka decimal, semua data disimpan dengan angka biner. Angka biner itu hanya terbagi menjadi 2 yaitu 1 dan 0. Ip address dari kelas-kelas di atas juga jika di terjemahkan hasilnya pasti hanya ada angka 1 dan 0. Namun, ada perhitungan tersendiri untuk mengkonversikannya.

2. Network ID dan Host ID

Pembagian kelas IP address diatas didasarkan pada dua hal, yakni network ID dan host ID. Network ID adalah bagian dari IP address yang menunjukkan lokasi jaringan komputer tersebut berada. Sedangkan host ID menunjukkan seluruh host TCP/IP yang lain dalam jaringan tersebut.


3. CARA MENGHITUNG IP ADDRESS, SUBNET MASK, NETWORK ID DAN HOST ID

Dalam rumus ini, IP address akan menjadi variabel tetapnya, sehingga kalian tidak perlu menghitung lagi berapa IP address yang akan kalian dapat. Rumus yang akan digunakan dalam menghitung subnet mask dan host ini dinamakan formula host.

Contoh saja kita memiliki 192.168.0.0 sebagai IP address. Dan kalian memiliki 20 host di dalamnya. Bagaimana cara kita menghitung subnet mask-nya? Karena kalian hanya memiliki 20 host, cara termudah adalah menggunakan 255.255.255.0 sebagai subnet mask-nya. Ini berarti IP klien kalian akan dimulai dari 192.168.0.0 dan subnetnya 0.0.0.0-255.

Dari situ, kalian harus mengubah decimal tersebut menjadi kode biner (proses ini cukup mudah bila kalian mempelajari dasar-dasarnya). Formula host yang digunakan adalah 2n-2, dimana ‘n’ itu adalah banyak angka 0 di dalam subnet masknya (yang sudah diubah ke kode biner tentunya).

Bila subnet mask 255.255.255.0 diubah ke kode biner, maka akan menjadi 111111111 11111111 11111111 00000000. Jika dihitung dengan formula host, kita akan mendapatkan angka 28-2. Dari situ hanya perlu menghitung saja dan kalian akan mendapatkan jumlah host yang bisa masuk ke jaringan kalian.

Untuk bisa menghitung IP Address yang perlu anda ketahui adalah sebagai berikut.

Silahkan anda lihat gambar diatas yang nantinya digunakan dalam menghitung IP Address.
Biasanya pertanyaannya adalah sebagai berikut :

Sebutkan Host, Network ID, Broadcast, Subnet Mask

Contoh Soal 1 :
Sebutkan Network ID, Broadcast ID, Subnet Mask dan Host ID pada IP 192.168.100.80/25

Untuk menghitung Host ID. /25  = 32 -25 = 7
2^7 = 128
Berarti Jumlah Host ID = 128 Host
128 host ini nantinya dikurangi 2, yaitu untuk Network ID dan Broadcast

Untuk Menghitung Network ID (Host Pertama)
Network ID pada 192.168.100.80 = 192.168.100.0

Untuk Menghitung Broadcast (Host Terakhir)
Broadcast pada 192.168.100.80/25 = 192.168.100.127

IP Address yang bisa digunakan
192.168.100.1 – 192.168.100.126

Untuk Menghitung Subnet Mask
Subnet Mask pada 192.168.100.80/25 = 256 – 128 = 128
Maka Subnetmasknya adalah = 255.255.255.128


Contoh Soal 2 :
Sebutkan Network ID, Broadcast ID, Subnet Mask dan Host ID pada IP 20.20.0.22/22

Untuk menghitung Host ID. /22  = 32 -22 = 10
2^10 = 1024
Berarti Jumlah Host ID = 1024 Host
1024 host ini nantinya dikurangi 2, yaitu untuk Network ID dan Broadcast

Untuk Menghitung Network ID (Host Pertama)
Network ID pada 20.20.0.22 = 20.20.0.0

Untuk Menghitung Broadcast (Host Terakhir)
1024 / 256 = 4
Broadcast pada 20.20.0.22/22 = 20.20.3.255

IP Address yang bisa digunakan
20.20.0.1 – 20.20.3.254

Untuk Menghitung Subnet Mask
Subnet Mask pada 20.20.0.22/22
2^10 adalah kelas B maka 10-8 = 2 = 2^2 = 4. 256 -4 = 252
Maka Subnetmasknya adalah = 255.255.252.0

Contoh Soal 3 :
Sebutkan Network ID, Broadcast ID, Subnet Mask dan Host ID pada IP 10.10.10.10/24

Untuk menghitung Host ID. /24  = 32 -24 = 8
2^8 = 256
Berarti Jumlah Host ID = 256 Host
256 host ini nantinya dikurangi 2, yaitu untuk Network ID dan Broadcast

Untuk Menghitung Network ID (Host Pertama)
Network ID pada 10.10.10.10/24 = 10.10.10.0

Untuk Menghitung Broadcast (Host Terakhir)
Broadcast pada 10.10.10.10/24 = 10.10.10.255

IP Address yang bisa digunakan
10.10.10.1 – 10.10.10.254

Untuk Menghitung Subnet Mask
Subnet Mask pada 10.10.10/24 = 256 – 256 = 0
Maka Subnetmasknya adalah = 255.255.255.0

Note :
Anda perlu tahu Subnetmask Kelas IP Address
Kelas A = 255.0.0.0
Kelas B = 255.255.0.0
Kelas C = 255.255.255.0

0 komentar:

Posting Komentar